cinta ibu

Belajar dari mata dan sungai

Leave a comment


Suatu organisasi, apapun bidangnya, apapun namanya, seberapapun ukurannya membutuhan suatu sistem agar bisa berjalan.

Banyak sistem pada sistem organisasi yang dapat kita pelajari. Yang terdekat adalah sistem organ tubuh. Mata adalah salah satu bagian dari sistem organisasi tubuh. Ada pelajaran yang sangat berharga pada mata. Sadari bahwa mata memiliki sistem pengendalian diri yang baik, memilikisistem perlindungan diri yang baik.

Ambil contoh ketika mata kita kemasukan sesuatu dari luar yang out of sistem. Sedemikian cepatnya mata mengetahui ada sesuatu yang tidak seharusnya masuk (pada mata) yang berpotensi mengganggu fungsi mata.

Karena mata memiliki prosedur pengendalian/perbaikan diri, maka mata akan merespon sesuatu itu agar tidak berlanjut ke tahap mengganggu fungsi, yakni dengan berkedip.
Namun demikian, jika dengan berkedip saja gangguan itu tidak tertangani, maka mata akan menjalankan prosedur berikutnya, yakni dengan mengeluarkan air mata. done.

Lantas apabila dengan airmatapun gangguan itu tetap ada dimata (sesuatu itu besar, katakanlah serangga) dan masih membuat fungsi mata terganggu, selanjutnya mata akan mengirimkan sinyal kepada otak dan sesegera mungkin juga otak akan merespon dengan memerintahkan tangan untuk membantu mata membereskan gangguan itu. Mungkin dengan dikucek2 cukup, atau mungkin dengan mengeluarkan serangga itu lalu dimatikan.

Lantas bagaimana jika sudah dengan bantuan tangan gangguan itu masih terjadi ? bisa jadi perlu bantuan yang lebih besar, katakanlah dengan menggunakan obat atau pergi ke dokter dst ..

Itu salah satu sistem (mikro) yang bisa kita pelajari dari mata. Sekarang mari kita lihat sistem (makro) yang lebih besar. Kita ambil contoh sungai. Sungai merupakan bagian dari organisasi alam.

Seperti halnya pada mata, sungaipun searing kemasukan sesuatu (out of system) yang tidak seharusnya masuk ke sungai.

Banyak di negeri ini sungai yang dimasuki sampah, limbah, kotoran dsb yang out of sistem.
Sesuatu yang tidak seharusnya, yang tidak Fitrah sehingga mengganggu fungsi sungai.

Jika ini terjadi, sungai dan alam-pun akan bereaksi dan merespon. Bisa saja dengan mengalirkan air yang deras supaya benda2 yang harusnya tak ada jadi hilang.

Lantas bagaimana jika dengar air deras saja tidak cukup menghilangkan benda2 tersebut. Fenomena yang terjadi adalah dengan mengirimkan banjir. Lantas bagaimana jika sudah diberi banjir tetap ada benda2 yang masih mengganggu fungsi sungai ?

Sebagaimana manusia pemilik mata, dia akan memerintahkan tangan untuk membersihkan serangga yang mengganggu mata lalu mematikan.

lantas ? sebagaimana Tuhan pemilik alam, niscaya Dia akan memerintahkan alam untuk membersihkan serangga-serangga yang telah mengganggu fungsi sungai.

Sebagaimana hukum kausalitas, hukum sebab akibat, alam dan manusia adalah satu kesatuan yang saling terkait. Jika manusia merusak alam, maka alam akan memperbaiki dirinya sendiri dengan cara alam.

Mulai hari ini mari kita cintai sungai.
_/\_
Panca

Author: Panca

Berupaya memfasilitasi hak pendidikan anak-anak Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s