cinta ibu

apakah kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan sudah atas dasar kesadaran ?

Leave a comment


(Tulisan ini tentang kabar baik, menyampaikan tentang kebiasaan)

Fikiran manusia, pada umumnya, dikuasai oleh kebiasaan-kebiasaan.

Arti kebiasaan, dalam konteks penyampaian ini, adalah perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan manusia sejak lama dan berulang-ulang sehingga menjadi bagian dari kehidupan.

Pertanyaannya adalah apakah kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan sudah atas dasar kesadaran ?
Hal ini sangat penting untuk kita pahami agar kebiasan yang dilakukan tidak berujung kepada hal yang merugikan.

Baiklah … hari ini saya kembali menulis untuk menyampaikan tentang kebiasaan yang dilakukan atas dasar kesadaran.
(Semoga memberi pencerahan dan dapat menjadi petunjuk bagi anda)

Agar anda bisa memahami esensi dari kesadaran, ada tahapan-tahapan yang harus dilewati.

Yang pertama harus anda lakukan adalah (mampu) membaca.
Iqra ? #eh
Apa yang dibaca ?
Belajarlah membaca apa yang tersurat maupun yang tidak. Ingat, prinsipnya, ALAM adalah ILMU.

Agar anda mampu membaca dengan benar, aktifkan dan maksimalkanlah 3 bekal yang telah diberikan kepada Tuhan Semesta Alam:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan AKAL FIKIR, agar kamu bersyukur”

(Esensi bersyukur adalah memanfaatkan ke 3 bekal tersebut dengan sebenar-benarnya dengan ilmu).

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan AKAL FIKIR, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”

Kalo kamu sudah mampu membaca, selanjutnya kamu pasti ngerti ….
tetapi mengerti saja masih jauh dari cukup. Renungi…. Fikiri … baca lagi .. renungi lagi .. fikir berulang hingga akhirnya kamu paham.

Waitt… tunggu dulu….

Fenomena hari ini kebanyakan orang mengaku sudah paham… tetapi sesungguhnya mereka masih berkutat dilevel pemahaman saja, mengapa??? karena apa yang mereka pahami belum menjadi sebuah kebiasaan.

Paham doang tanpa ada bentuk aplikasi menjadi tidak sempurna karena tidak akan menjadi sebuah kebiasaan (yang baik).

Tuan Semesta Alam bilang “Mengimani saja tanpa perbuatan sama dengan kesia-siaan, karena setanpun Iman”

Dari sini, untuk anda yang membaca Aqur’an, mestinya harus sudah bisa memahami mengapa huruf Alif (huruf pertama) dibuat berbentuk LURUS dari atas hingga bawah? Artinya, hal pertama yang dituntut dari manusia adalah untuk:

LURUS FIKIRAN
LURUS BERKATA KATA
LURUS PERBUATAN

Niscaya jika fikir kata dan perbuatan sudah lurus maka secara otomatis akan menjadi kebiasaan, menjadi tradisi, dan dalam konteks yang lebih luas akan menjadi sebuah budaya, yang tentu saja, kebiasaan yang tidak keluar dari kontek jalan kebenaran universal.

Saudaraku, manakala kebiasaan manusia sudah dilakukan atas dasar jalan kebenaran universal niscaya dia akan menjadi berkat bagi manusia, dan tentu saja berkat bagi alam. 

So ?
Sudah saatnya kita memulai kebiasaan-kebiaaan atas dasar kebenaran universal, bukan??

_/\_ PANCA

PEACE !

Author: Panca

Berupaya memfasilitasi hak pendidikan anak-anak Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s