cinta ibu

Dengan Menyebut Nama Tuhan atau Atas Nama Tuhan ?

5 Comments


Dear Blogger,

Makna dari judul yang saya tulis ini bisa ringan tapi bisa berat juga, ini tergantung dari cara kamu berfikir.

Bisa ringan kalo kamu bersikap terbuka (openmind) atau bisa juga kamu keberatan menerima pandangan ini..

Hati2.. yang merasa keberatan karena itu tanda2 mindset kamu sudah terjebak dogma pemikiran kaum agamis. #ehmaap

Bagi yang openmind sebagian besar membenarkan apa yang saya sampaikan… dan sejauh ini sih belum ada yang menentang , atau kamu ingin yang jadi pertamax ? silahkan saja kirimkan rasa keberatanmu dialamat dibawah ini. hehehe

So …. emang ada yang salah dengan arti Dengan Menyebut Nama Tuhan ?

ermm …. saya menulis artikel ini bukan dalam rangka mencari salah salahan ya🙂

Lalu ?

Biar gampang dicerna mari kita bermain analogi Karyawan Manager dan Pimpinan.

Kamu sebagai karyawan manajer dan bos besar sebagai pimpinan.

Ceritanya, Kamu dan Pimpinan melakukan perjalanan mengunjungi kantor kantor cabang di seluruh daerah.

Ketika kamu berhadapan dengan karyawan di daerah, maka kamu akan dihormati sekali oleh mereka, mengapa? ya karena kamu sedang bersama dengan Pimpinan.

Dan …. suatu ketika kamu harus ditinggal di kantor cabang, apakah kamu masih dihormati dengan kadar kehormatan seperti saat kamu sedang (menyebut) bersama pimpinan ?

Menurut saya tentu saja tidak, pada posisi itu kamu tetap akan dihormati, tetapi sebagai seorang manajer. Lah wong pimpinannya gak ada kok🙂 pasti berat  bagi mereka untuk  menghormati kamu setara dengan menghormati pimpinan. Dan secara pribadi, pada posisi ini tentu kamu juga akan berprilaku selayaknya kelas seorang manajer toh?.

Lain hal ketika kamu pergi dengan posisi ATAS NAMA PIMPINAN.

Dengan posisi ini, secara pribadi kamu akan menjaga martabat seorang pimpinan, dan bagi karyawan dikantor cabangpun akan menghormati kamu selayaknya hormat pada pimpinan. Lah wong sudah mengatas namakan pimpinan toh ?🙂

Disamping itu sikap kamupun akan merefleksikan sifat pimpinanmu. Kamu gak akan berani berbuat semau kamu, soalnya kamu lagi mengemban tugas Atas Nama Pimpinan. Dengan kata lain kamu tidak akan merobek kepercayaan sang pimpinan toh ?

Lanjut ….

Sekarang mari kita renungi pertanyaan2 dibawah:

-Sebenernya kapan kesadaran seseorang ketika sedang bersama Dengan Menyebut Nama Tuhan ? Apakah ketika dia sedang sholat ? sedang ngaji ? atau sedang apa ?

– Lalu bagaimana kesadaran orang tsb ketika tidak sedang (ngaji, sholat, dst?) bersama Dengan Menyebut Nama Tuhan-nya ?

Akan lain halnya ketika kesadaranmu sudah disetup  Atas Nama Tuhan. Dengan begitu, kapanpun dimanapun kita akan mengaplikasikan semua sifat sifat Ketuhanan. Dalam arti lain kamu tidak akan merobek fitrah yang diberikan Tuhan kepadamu.

Dari cerita diatas apa kamu blogger sudah bisa membedakan yang mana Dengan Nama Tuhan dengan Atas Nama Tuhan ?

Selamat mencerdasi🙂

Panca.

Author: Panca

Berupaya memfasilitasi hak pendidikan anak-anak Indonesia

5 thoughts on “Dengan Menyebut Nama Tuhan atau Atas Nama Tuhan ?

  1. wahaaa.. tulisan yg bermanfaat, Pak.. thanks sharing nya🙂

  2. Penganalogiannya tidak Nyambung bosss

  3. Dikutip dari atas…

    —–Hati2.. yang merasa keberatan karena itu tanda2 mindset kamu sudah terjebak dogma pemikiran kaum agamis.—–

    pertanyaanku yang dimaksud dengan rasa keberatan ini, “keberatan Dengan Menyebut Nama Tuhan atau Atas Nama Tuhan, mas?

  4. atas nama dapat jadi beda,agar selaras harus dengan menyebut nama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s