cinta ibu

Ruang Imajiner : Analisa Dampak Dari Penjualan Infrastruktur Dasar Telekomunikasi ke Pihak Asing.

6 Comments


Alkisah di tahun 1887 tahun Ucing,

Dua negeri penghuni dunia maya , Indonesai dan Singaparno sedang terjadi perang hangat hangat tai ayam.

Indonesai, Negeri dengan potensi alam berlimpah dihuni oleh masyarakat pintar-pintar bodoh.Negeri Singaparno, Cuma punya luas wilayah secuil upil, udah begitu, posisinya dikepit oleh negeri-negeri lain berbeda rumpun.

Negeri yang gak berlimpah kekayaan ini dituntut kreatif. Sembako dan air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus harus dibeli dari negeri tetangga. Begitupun Pasir dan Tanah mereka beli dari negeri tetangga. Sampe-sampe Bahan material Listrik pun mereka harus beli dari negeri tetangga.

Bisa dibilang negeri singaparno MOKONDO (Modal Koneksi Doang).

Singaparno parno abis. Separno Israel yang diperangi negari-negeri tetangganya

Suatu hari, Li Kan Jut mengundang Majelis Ageung untuk nyusun strategi rahasia.

Dalam ruang sidang.

Sambil santai Li Kan Jut berkata: “oi lo pada semua yang ada disini, kita semua kan tau … gak selamanya negeri kita gak bisa begini begini terus bro, masa sembako aja kita mesti beli ke negeri tetangge. Coba deh dipikirin cara lain supaya negeri kita yang secuil ini mampu ngangkangi negeri-negeri tetangge yang besar-besar itu, mumpung masyarakat negeri tetangga belum pinter-pinter amat bro … “, kata Li Kan Jut.

“Yoi Boss”, Bendahara Negara ikut nyeletuk ….

“ Kita kan tajir abis boss.. duit kita banyak … kita pikirin cara gunain duitnya boss”

— Li Kan Jut dan anggota sidang manggut manggut—

Selama 3 purnama mereka bersidang. Strategi jitu pun lahir, berdirilah badan bernama Temasin (diambil dari kata Air Asin) yang digawangi oleh divisi Tim Asik. Core Businessnya GALADAGABRUS, artinya Segala Ada Gua Garap Gua Gebrus.

Beratus-ratus tahun berlalu. Melalui Temasin, Divisi Tim Asik menjadi kebanggaan Li Kan Jut. Kocek negeri Singaparno makin tebel. Kurang puas maen dikandang sendiri… Li Kan Jut pengen expansi ke negeri Seberang, lantas diundanglah punggawa-punggawanya ke sidang Majelis Ageung versi 2.0

Dalam ruang sidang versi 2.0

“Brotha-brotha sekalian”, kata Li Kan Jut sambil melototin laptop.

— Anggota Sidang Majelis Ageung versi 2.0 hanya dihadiri oleh beberapa anggota unsur Tantara, Birokret, Ahli Hukum dan para penasehat, sedangkan anggota-anggota yang lainnya lagi bergabung melalui teknologi video conference (ternyata anggota lainnya sedang melaksanakan misi super penting di luar negeri)—-

Li Kan Jut melanjutkan ucapannya “gw ucapin selamat datang dan salam sukses atas keberhasilan yang sudah kalian lakukan. Sesuai dengan agenda meeting hari ini, gw ingin mendengar progress report dari rencana expansi yang akan kita lakukan, untuk itu saya persilahkan kepada Divisi Tim Asik mempresentasikan hasil dan rencana yang akan dilakukan, waktu dan tempat saya persilahkan, Terimakasih”.

Siangsiang MalingSeng, Presenter yang mewakili divisi Tim Asik berjalan menuju mimbar.

“Makasih boss… makasih buat semua nya. Piss Yo !”, katanya sambil disambut tepuk tangan para anggota majelis.

“Berdasarkan analisa dan laporan telik sandi yang sudah kita dapatkan,bahwa saat ini Telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar bagi hampir seluruh lapisan masyarakat…… gak cuma di negeri kita loh bosss… tapi di negeri-negeri tetangga juga begitu. Makanya itu …. Tim Asik mohon restunya untuk merambah ke bisnis telekomunikasi…. Apa dan Bagaimananya silahkan bisa dilihat disini —Presenter menujuk layar presentasi— Bla Bla Bla … Bli Bli Bli … Blu Blu Blu ….. “.

Para Anggota Majelis berdecak kagum dengan presentasi yang dilakukan SiangSiang MalingSeng.

“Begitu bosss … sok atuh kalo ada rekan-rekan yang mau berdiskusi saya persilahkan waktunya” kata SiangSiang.

Mantri Urusan Bisnis, Bunbunsaw, yang dikenal sangat oportunis ngangkat tangan minta waktu untuk berbicara.

Bunbunsaw diberikan waktu untuk berbicara.

“Terimakasih atas waktu yang diberikan.”kata Bunbunsaw melanjutkankan ucapannya “Boss Li Kan Jut yang gw hormatin, menurut pengamatan yang sudah gw lakukan, gw setuju benget dengan rencana SiangSiang, seperti kita ketahui, jumlah penduduk kita kan Cuma sedikit, hmmm .. sekitar 2 jutaan orang gitu deh … jadi untuk ekspansi bisnis telekomunikasi disini sudah rada mentok boss… makanya segera aja kita expansi ke negeri Indonesai yang pasarnya masih sangat luas. Kalo Boss pernah denger lagu nya Romse Iramse, katanya penduduk Indonesai jumlahnya 175 Juta Bosss…. dari jualan voucer pulsa aja kita bisa dapet banyak duit bosss… apalagi dari usaha yang lainnya….. blab la blab la” Kata Bunbunsaw.

Li Kan Jut manggut manggut. Lantas berbicara “dari sisi pertahanan dan keamanan bagaimana ? coba gw mau denger analisa dari Tengjen Jejen Surejen”

Jejen Surejen, seorang Jendral dari wakil Tantara maju menuju mimbar.

Tengjen Jejen memulai ucapannya “Begini boss… tadi kita sudah cukup jelas keuntungan yang didapat dari aspek ekonomi, gw disini akan nyampein keuntungan dari aspek Non-Ekonominya.
Kalo kita berhasil menguasai Telekomunikasi di negeri Indonesai, kita punya potensi yang sangat besar untuk MENGENDALIKAN sepenuhnya kemampuan-kemampuan dari Telekomunikasi guna kepentingan pertahanan dan keamanan negeri kita, boss.

Berikut ini rencana yang akan gw buat jika kita berhasil menguasai Telekomunikasi negeri tetangga :

(1) Pertama, gw akan pasang system Lawful Interception, Boss.. Dengan system ini kita bisa merekam dan sadap semua informasi negeri tetangga, boss. Berdasarkan data analisis, kebanyakan pejabat2 , aparat polisi dan Tantara di negeri Indonesai gunain Kartu Hola dan Kartu Mentali. Kita sadapin aja nomor-nomor nya. So kita bisa tau apa yang mereka omongin di hp dan kita bisa baca semua sms-sms nya. Pokoknya semua yang gunain layanan operator ini kita sadap semua dah bosssss…… Endthen kita tau deh rencana-rencana dan stategi-strategi mereka. Mantap kan Boss !

(2) Terus yang kedua nih boss, gw pasang in Location and Tracking system , boss… So dengan system ini kita bisa tau deh keberadaan pejabat-pejabat negeri tetangga. Biar kata mereka lagi di negeri KingKong pun kita bisa sadap obrolan dan keberadaannya boss… hehehe seru kan boss ….

(3) yang ketiga ya boss, semua akses internet lewat hp juga akan gw sadap termasuk passwordnya. So kita bisa baca email-email mereka! bahkan kalo bos Li Kan Jut mau bisa kok liat Friendster ID cewek-cewek indonesai boss.. ekekekeke,

(4) yang keempat ya boss…. Duh gw cape jelasinnya bosss. Pokoke masih banyak lah rencana-rencana yang akan gw terapkan dalam rangka melototin dan menelanjangi aspek pertahanan dan keamanan mereka. Cyberwar gitu loh boss !

Udah dulu ya boss.. yang penting mah kita cari cara untuk supaya operator2 ini bisa kita beli. Udah ya … gw haus nih boss”, Tengjen Jenjen Surejen mengakhiri presentasinya.

Pipil mata Li Kan Jut membesar dan tersenyum lebar terpesona oleh kemampuan pikir anak buahnya.

Dia terlihat merenung dan dalam hati dia berkata“ hmmmm …. Gw yakin bisa beli operator ini.. kebetulan gw tau orang yang lagi duduk dikursi empuk yang bisa disogok, dengan begitu gw bisa mempengaruhi politik negeri ini”.

Lantas Li Kan Jut berkata “ Brotha sekalian, Gw setuju untuk expansi Telekomunikasi ke negeri Indonesai. Sekarang lopada semua gw tugasin nyusun langkah kerja dan bisnis plan secara detil. Sedang untuk urusan lobi lobi dan sogok menyogok biar gw yang pikirin” katanya.

Beratus-ratus purnama telah berlalu
Diatas pro dan kontra, Misi expansi telekomunikasi ke negeri Indonesai berhasil dilakukan. SUSKES BERAT. Langit negeri Indonesai akhirnya dikuasai pihak Singaparno.

Hanya karena segelintir orang rakyat Indonesai merana, biaya komunikasi jadi mahal. Kini mereka menuntut pemerintah untuk buyback saham operator yang telah dijual.

Akankah negeri Indonesai menyadari ancaman dari negeri Singaparno ?

JEK JEK NONG

Author: Panca

Berupaya memfasilitasi hak pendidikan anak-anak Indonesia

6 thoughts on “Ruang Imajiner : Analisa Dampak Dari Penjualan Infrastruktur Dasar Telekomunikasi ke Pihak Asing.

  1. very good analisis….
    and very berry true :))

  2. hmm you Right !!!
    perfect analys🙂

  3. benar benar benar…itu yg bikin saya mikir 22.37412 kali buat balik ke indo…kalo menurut saya (kalo gak menurut jg gak apa2), kaum intelek yg masih berhati bersih mestinya bikin marginal movement untuk mengamankan kondisi sosial-budaya masyarakat.
    emang berat sih, smp temen saya bilang, “revolusi, donk?”

  4. @judith terimakasih sudah mampir berkunjung, kaget juga ada penasehat mentri yang mampir. kapan2 kalo mau mampir lagi kasih tau biar disiapin makanan dan minuman. pantesan si ibu mau no hpnya pake 0818 hehehe

    @axal bener ya bro .. mengerikan ya. bayangin coba, disaat anggota DPR sms smsan soal expor pasir, koruptor, di singaparno ataupun tereak soal Defence Cooperation Agreement (DCA), semua komunikasi melalui handphone (suara dan sms) sudah bisa diketahui duluan. So negeri Singaparna sudah pasang strategi menghadapinya…

    @ian revolusi boss ?? weleh .. pasti banyak makan korban dong …. kaum intelektual (yang berhati bersih?) di indonesia pasti masih banyak, sayangnya kesempatannya yang belum dapat. oh ya , btw kemaren saya ketemu pak Setiawan Djody, sempet ngobrol2 sebentar, lalu aku nanya soal rencana dia untuk buyback, dia bilang mudah-mudahan pemerintah indonesai mau ngedukung, kalopun nggak ngedukung doi tetep akan usahain untuk backback operator itu. mudah2an deh bisa di buyback.

  5. Dulu orang indonesia dikenal ramah-ramah jadi bisa disogok uang dari orang luar negeri, tapi sekarang, orang indonesia sanggar-sanggar udah pada sadar kalau mau dicurangi sama negara tetangga. Kalau menurut saya sebagai generasi muda cara yg dilakuin adalah hack dan intruder saja telekomunikasi singapore, toh sama-sama satu jaringan lewat singapore juga lewatnya :@
    Hidup hacker indonesia berjiwa nasionalisme

  6. @Xxx wah wah wah … sampean pasti hacker ya mas. dari komunitas mana mas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s