cinta ibu

Zidane

Leave a comment


ZIDANE
Paris – Inilah petikan wawancara Zinedine Zidane dengan stasiun televisi Prancis, Canal Plus, Rabu (12/7/2006), mengenai insiden di pertandingan terakhirnya di final Piala Dunia 2006 lalu, saat ia menanduk dada Marco Materazzi sehingga diganjar kartu merah.

Tanya: Anda tahu pemain-pemain Italia telah mengenal Anda dengan baik karena Anda bermain di Italia selama lima tahun. Sebelum ini, apakah Anda pernah punya masalah dengan mereka?

Zidane: Sama sekali tidak. Anda selalu punya friksi dengan pemain-pemain tertentu… itulah permainan, selalu seperti itu. Tapi aku tak pernah bertikai dengan siapapun.

Tanya: Termasuk Materazzi?

Zidane: Tidak. Tak pernah ada apa-apa dengan dia sampai dia menarik bajuku. Aku minta dia berhenti menarik bajuku. Kukatakan padanya, kalau mau baju ini kita bisa tukaran di akhir pertandingan.

Saat itulah dia mengatakan kata-kata yang sangat kasar, yang lebih kasar daripada isyarat tubuh. Dia mengulanginya beberapa kali. Ini terjadi sangat cepat dan dia mengatakan sesuatu yang betul-betul melukai perasaanku.

Tanya: Semua orang ingin tahu persisnya kata apa yang dia ucapkan…

Zidane: Sangat serius. Sangat menyangkut pribadi.

Tanya: Tentang ibu dan saudara perempuan Anda?

Zidane: Ya. Kata-kata itu sangat kasar. Anda mendengarnya satu kali, lalu mencoba pergi. Tapi Anda mendengarnya lagi untuk kedua kalinya, lalu ketiga kalinya. Aku juga manusia dan beberapa kata-kata bisa lebih sulit untuk didengarkan daripada perbuatan. Lebih baik wajahku yang dipukul ketimbang mendengar hal itu.”

Tanya: Dia menyingung ibu dan saudara perempuanku dua atau tiga kali?

Zidane: Ya. Aku bereaksi yang sesungguhnya tak boleh dilakukan. Aku harus menegaskan itu. Kejadian itu ditonton dua-tiga miliar orang lewat televisi dan jutaan anak-anak.

Perbuatanku tidak dapat dibenarkan dan oleh karena itu, kepada anak-anak dan mereka yang memberi pelajaran kepada anak-anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, aku minta maaf.

Tanya: Anda minta maaf kepada mereka, tapi betulkah Anda menyesal karena melakukan hal ini?

Zidane: Aku tidak bisa menyesalinya karena itu berarti aku mengakui bahwa dia (Materazzi) berhak ngomong begitu, padahal tidak.

Kita selau bicara soal reaksi, dan tentu saja tindakan(ku) harus dihukum. Tapi kalah tidak ada provokasi, pasti tak ada reaksi.

Provokasi dia sangat serius. Tindakanku memang salah, tapi pelaku kejahatan yang sebenarnya adalah orang melakukan provokasi.

Apakah Anda membayangkan bahwa di final Piala Dunia seperti itu, dengan 10 menit tersisa dari penghujung karirku, aku akan melakukan sesuatu seperti itu karena membuatku senang?

Tanya: Dan kalau itu terjadi lagi, apakah Anda akan bereaksi sama?

Zidane Aku sudah mengutarakan apa yang kupikirkan.
(a2s)
ZIDANE

Author: Panca

Berupaya memfasilitasi hak pendidikan anak-anak Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s