Pada tanggal 10 Agustus 2008 masyarakat kota Bandung akan menggunakan hak pilih untuk menentukan siapa yang akan menjabat sebagai Walikota Bandung 2008-2013. Di momen ini warga Bandung memiliki harapan baru kepada kandidat pemenang agar mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kota Bandung.
Harapan (dan janji) ini disampaikan oleh para Calon Walikota Bandung pada acara Debat Publik Pemilihan Walikota / Wakil Walikot (Pilwalkot) Bandung 2008 yang diadakan di Hotel Horison Bandug dan disiarkan secara langsung oleh TVOne.
Kandidat Dada Rosada – Ayi Vivananda yang pernah mencabat sebagai Walikota Bandung 2003 – 2008 sukses mengantarkan Kota Bandung menjadi kota dengan predikat Kota Sampah / Kota terkotor di Indonesia yang mendapat nomor urut 1 dan didukung oleh partai partai besar tampak percaya diri seakan kemenangan sudah didepan mata.
Pasangan kandidar nomor 2 Taufikurahman – Abu Syauqi ( Trendi) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) adalah satu-satunya kandidat yang masuk kategori golongan kaum muda. Pasangan ini memberikan statement politik hanya akan satu kali menjabat bila terpilih sebagai Walikota Bandung dan akan memberi kesempatan giliran kepada kaum muda lainnya. Kandidat yang kantor partainya pernah diteror dengan pelemparan bom molotov ini tampak terlihat kalem dan lugas menjawab pertanyaan dari panelis. Isu yang dibawa oleh kandidat ini adalah akan memberikan pelayanan yang adil, hanya akan menjabat 1 kali dan akan menjadi walikota yang dekat dengan rakyat.
Sementara pasangan kandidat nomor 3 dari calon independent Hudaya – Nuhadi ( Hadi ) tampak sangat bersemangat menyampaikan pemikiran dan rencana rencana jika terpilih sebagai Walikota Bandung. Bisa jadi karena pasangan independent ini merasa tidak punya dosa masa lalu juga. Kandidat ini mengusung isu sekolah gratis dari SD – SMU untuk rakyat miskin dan program air minum bersih untuk warga Bandung serta menciptakan 1550 wirausaha independent disetiap RW.
Sayangnya, menurut Ichsanudin Noorsy yang tampil sebagai salah satu panelis menyatakan jawaban-jawaban para kandidat masih bersifat pragmatis dan belum menyentuh kepada persoalan keseharian di kota Bandung, seperti PKL, Sampah dan Kemacetan.
Ketika pertanyaan itu diajukan kepada kubu Dada, wakilnyalah –yang notabene anggota DPR Propinsi– yang lebih sering menjawab. Jawabannyapun lebih menjelaskan tentang sebab dan akibat ketimbang memberikan solusi.
Bisa jadi Dada Rosada sungkan yang menjawab karena selama dia menjabat sebagai Wakikota Bandung tidak terlihat indicator keberhasilan masa pemerintahannya dalam mengurusi masalah sampah, kemacetan, PKL dan melindungi pasar tradisional dari gempuran minimarket yang menancapkan kukunya hingga kepelosok kampung.
Dada Rosada lebih sering mengucapkan “jika saya terlipih sebagai Walikota Bandung… saya berencana akan membuat program bla bla bla bla bla..”.
Kemana aja pak selama menjabat kemarin ? hehehe
Yah paling tidak dari acara Debat Publik ini masyarakat Kota Bandung mendapat pelajaran untuk menggunakan hak pilihnya secara rasional. Masing-masing ka6ndidat memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi siapapun yang terpilih nanti kita sebagai warga negara yang taat hukum akan selalu berusaha mendukung program mereka.





sayang euy, nggak bisa nonton.. nggak punya tipi sih!! he he he…
Saya suka statement anda
Dada Rosada lebih sering mengucapkan “jika saya terlipih sebagai Walikota Bandung… saya berencana akan membuat program bla bla bla bla bla..”.
Kemana aja pak selama menjabat kemarin ? hehehe,,
he he he..semoga siapa pun yang menang bs membuat kota Bandung jadi milik warganya..
By: agn on August 8, 2008
at 12:17 am
@agn saya juga nonton di tetangga kok
hayo kenapa gak dari dulu aja bersihnya
ya itu statement jujur dari saya sebagai warga kota bandung.
btw ada fenomena yang aneh bin lucu juga.. sudah sebulan ini sampah yang ada di daerah cijagra dan beberapa tempat tiba tiba jadi bersih sih sih
By: panca on August 8, 2008
at 4:11 am
Yupz.. moga Bandung ke depan bisa lebih ADEM!!!
Salam Kenal Kang…
By: Rully Patria on August 8, 2008
at 7:36 am
dan trotoar tiba-tiba dibereskan… aneh binti ajaib ini mah..
By: agn on August 8, 2008
at 8:59 am
Yuk ah kita pilih yang muda. Kalo gslh trendi diusung pks kan? Gubernur jg pks , so antara walikota dan gub lbh gmpg koordinasi dlm mjlnkn program. I hope
By: panca on August 9, 2008
at 2:11 pm
Gw bingung milih yang mana ! abis bnyk pilihan
By: Travis on October 20, 2008
at 9:41 am