<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tahap perencanaan pembangunan Disaster Recovery Plan</title>
	<atom:link href="http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/</link>
	<description>MACMANIA &#124; SHAREPOINT WEB FARM ADMINISTRATORs NOTE</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 00:59:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: panca</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2967</link>
		<dc:creator>panca</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2009 17:00:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2967</guid>
		<description>@novie, Analisis sistem pengamanan dalam konteks DRP adalah keamanan kepada faktor-faktor  gangguan yang bisa mengakibatkan kegagalan sistem. Misalnya karena kriminalitas, untuk itu perlu dibikin sistem keamanan (security accses) yang tidak rawan dari tindakan kriminal. 

contoh faktor keamanan lainnya : aman dari kebanjiran, dari kebakaran. 

contoh lainnya adalah perlunya dibuat sistem backup / storage dengan sistem redundan yang penempatannya diberbeda lokasi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@novie, Analisis sistem pengamanan dalam konteks DRP adalah keamanan kepada faktor-faktor  gangguan yang bisa mengakibatkan kegagalan sistem. Misalnya karena kriminalitas, untuk itu perlu dibikin sistem keamanan (security accses) yang tidak rawan dari tindakan kriminal. </p>
<p>contoh faktor keamanan lainnya : aman dari kebanjiran, dari kebakaran. </p>
<p>contoh lainnya adalah perlunya dibuat sistem backup / storage dengan sistem redundan yang penempatannya diberbeda lokasi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novie</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2966</link>
		<dc:creator>novie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 00:29:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2966</guid>
		<description>mas...aku mo nanya dunk...
&quot;Analisis sistem pengamanan yang digunakan pihak penyedia jasa IT termasuk di dalamnya yaitu DRP, DRC, DC dan BCP&quot;
kira-kira pengamanan yang harus dilakukan pihak penyedia jasa terhadap DRP, DRC, DC dan BCP apa yach mas...?
aq ngeblank ney...
tolong yach mas...


trimakasih
salam
NoViE_85</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas&#8230;aku mo nanya dunk&#8230;<br />
&#8220;Analisis sistem pengamanan yang digunakan pihak penyedia jasa IT termasuk di dalamnya yaitu DRP, DRC, DC dan BCP&#8221;<br />
kira-kira pengamanan yang harus dilakukan pihak penyedia jasa terhadap DRP, DRC, DC dan BCP apa yach mas&#8230;?<br />
aq ngeblank ney&#8230;<br />
tolong yach mas&#8230;</p>
<p>trimakasih<br />
salam<br />
NoViE_85</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: din</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2909</link>
		<dc:creator>din</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 04:23:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2909</guid>
		<description>asslakm mas panca, salam kenal. saya sekarang lg knsen ke masalah disater management untuk coastal dan small island development. punya informasinya ga mas, klau ada saya minta ya. agak sulit nich dicari di internet
terima kasih sebelumnya a

salam
din</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asslakm mas panca, salam kenal. saya sekarang lg knsen ke masalah disater management untuk coastal dan small island development. punya informasinya ga mas, klau ada saya minta ya. agak sulit nich dicari di internet<br />
terima kasih sebelumnya a</p>
<p>salam<br />
din</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: panca</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2891</link>
		<dc:creator>panca</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 06:28:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2891</guid>
		<description>@Inay, Walaikum salam . Salam kenal juga.
Mbak Inay untuk template Disaster Recovery Plan bisa di download di http://panca.wordpress.com/2008/07/26/template-business-continuity-plan/

silahkan didownload.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Inay, Walaikum salam . Salam kenal juga.<br />
Mbak Inay untuk template Disaster Recovery Plan bisa di download di <a href="http://panca.wordpress.com/2008/07/26/template-business-continuity-plan/" rel="nofollow">http://panca.wordpress.com/2008/07/26/template-business-continuity-plan/</a></p>
<p>silahkan didownload.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: xluxerx</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2886</link>
		<dc:creator>xluxerx</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 06:21:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2886</guid>
		<description>thanks yo infonya mas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks yo infonya mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Inay</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2794</link>
		<dc:creator>Inay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 03:00:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2794</guid>
		<description>Assalamualaikum.. Salam kenal Mas Panca..
Punya template untuk dokumen DRP ga Mas?
Kalau punya, boleh saya minta? 
Sulit nih dicari di internet.. 
Terima kasih sebelumnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.. Salam kenal Mas Panca..<br />
Punya template untuk dokumen DRP ga Mas?<br />
Kalau punya, boleh saya minta?<br />
Sulit nih dicari di internet..<br />
Terima kasih sebelumnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pras</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2723</link>
		<dc:creator>pras</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 05:39:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2723</guid>
		<description>salam kenal buat mas panca
mas kalo drp atau bcp sebenarnya ada standardnya ga sih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal buat mas panca<br />
mas kalo drp atau bcp sebenarnya ada standardnya ga sih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uni</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2688</link>
		<dc:creator>uni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 05:04:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2688</guid>
		<description>Aww Mas Panca saya memerlukan penjelasan dari pint-point tahapan DRP. Oleh karena itu mohon dijelaskan seceptanya mengenai tahap-tahap yang ada di DRP, Mas Panca hanya memberikan point-pointnya saja tetapi tidak memberikan keterangannya.Terimakasih banyak. Www</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aww Mas Panca saya memerlukan penjelasan dari pint-point tahapan DRP. Oleh karena itu mohon dijelaskan seceptanya mengenai tahap-tahap yang ada di DRP, Mas Panca hanya memberikan point-pointnya saja tetapi tidak memberikan keterangannya.Terimakasih banyak. Www</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AkhmatSofanulAdi</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2531</link>
		<dc:creator>AkhmatSofanulAdi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 04:03:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2531</guid>
		<description>hai hai.. , salam kenal, nama saya akhmat saya sekarang bekerja di perusahaan industri beton BUMN di jkt , sekarang ini saya juga sedang mengkaji masalah DRP.

nyonk2 (07:07:59) :

maaf mas,mau ikut nimbrung. Apakah sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP juga mas. toh DRP setau saya merupakan salah satu sistem penyelamatan terhadap suatu organisasi dari suatu bahaya yang telah terjadi.Jadi hal tersebut ketara gunanya bila sudah terjadi suatu kasus. contoh bila suatu organisasi kehilangan data, terdapat back up-an data tersebut.Mohon koreksi


menurut saya , ya.. sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP , sebab inti dari DRP sendiri adalah bagaimana respon perusahaan dalam menangani sebuah bencana, baik itu dari user failure maupun dari bencana lain yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat beroperasi. ketika terjadi sebuah kasus, misalnya kehilangan data ataupun hardware failure (kasus yang sangat sederhana), bagaimana perusahaan merespon kasus tersebut, berapa lama perusahaan tersebut mampu merecovery atau memulihkan data, ini termasuk didalam disaster recovery planning. Kita tidak perlu selalu melihat bencana itu berasal dari  alam ataupun memikirkan hal-hal yang dapat merusak kontinuitas sebuah perusahaan. hal kecil pun dapat merusak kontinuitas perusahaan ataupun dapat menurunkan produksi sebuah perusahaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai hai.. , salam kenal, nama saya akhmat saya sekarang bekerja di perusahaan industri beton BUMN di jkt , sekarang ini saya juga sedang mengkaji masalah DRP.</p>
<p>nyonk2 (07:07:59) :</p>
<p>maaf mas,mau ikut nimbrung. Apakah sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP juga mas. toh DRP setau saya merupakan salah satu sistem penyelamatan terhadap suatu organisasi dari suatu bahaya yang telah terjadi.Jadi hal tersebut ketara gunanya bila sudah terjadi suatu kasus. contoh bila suatu organisasi kehilangan data, terdapat back up-an data tersebut.Mohon koreksi</p>
<p>menurut saya , ya.. sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP , sebab inti dari DRP sendiri adalah bagaimana respon perusahaan dalam menangani sebuah bencana, baik itu dari user failure maupun dari bencana lain yang mengakibatkan perusahaan tidak dapat beroperasi. ketika terjadi sebuah kasus, misalnya kehilangan data ataupun hardware failure (kasus yang sangat sederhana), bagaimana perusahaan merespon kasus tersebut, berapa lama perusahaan tersebut mampu merecovery atau memulihkan data, ini termasuk didalam disaster recovery planning. Kita tidak perlu selalu melihat bencana itu berasal dari  alam ataupun memikirkan hal-hal yang dapat merusak kontinuitas sebuah perusahaan. hal kecil pun dapat merusak kontinuitas perusahaan ataupun dapat menurunkan produksi sebuah perusahaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nyonk2</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2363</link>
		<dc:creator>nyonk2</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 07:07:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-2363</guid>
		<description>maaf mas,mau ikut nimbrung. Apakah sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP juga mas. toh DRP setau saya merupakan salah satu sistem penyelamatan terhadap suatu organisasi dari suatu bahaya yang telah terjadi.Jadi hal tersebut ketara gunanya bila sudah terjadi suatu kasus. contoh bila suatu organisasi kehilangan data, terdapat back up-an data tersebut.Mohon koreksi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf mas,mau ikut nimbrung. Apakah sistem pem-backupan data termasuk dalam DRP juga mas. toh DRP setau saya merupakan salah satu sistem penyelamatan terhadap suatu organisasi dari suatu bahaya yang telah terjadi.Jadi hal tersebut ketara gunanya bila sudah terjadi suatu kasus. contoh bila suatu organisasi kehilangan data, terdapat back up-an data tersebut.Mohon koreksi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aguskurniati</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1741</link>
		<dc:creator>aguskurniati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 07:49:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1741</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr.Wb
Salam kenal, Mas Panca saya seorang mahasiswi tingkat akhir yang ingin menulis Skripsi tentang DRC di suatu instansi pemerintah tertentu, instansi pemerintah tersebut merupakan suatu instansi yang memegang peran penting.Kira-kira hal pertama yang haru saya lakukan apa? dan mohn diberitahu judul2 buku yang berhubungan dg DRC tsb?
Mohon dibalas n Syukron atas jawabannya.
Wassalamu&#039;alaikum Wr.Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb<br />
Salam kenal, Mas Panca saya seorang mahasiswi tingkat akhir yang ingin menulis Skripsi tentang DRC di suatu instansi pemerintah tertentu, instansi pemerintah tersebut merupakan suatu instansi yang memegang peran penting.Kira-kira hal pertama yang haru saya lakukan apa? dan mohn diberitahu judul2 buku yang berhubungan dg DRC tsb?<br />
Mohon dibalas n Syukron atas jawabannya.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Atse</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1739</link>
		<dc:creator>Atse</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 02:56:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1739</guid>
		<description>Mas saya ingin bertanya tentang perancangan bangunan/ruangan untuk DRC Site buat nyimpen server2 sama backup2 storage gitu loh kayak data center kedua cuman belom bisa disebut data center baru disaster recovery center, background saya bukan teknik sipil tapi IT ada materi yang bagus mas..gitu aja deh........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas saya ingin bertanya tentang perancangan bangunan/ruangan untuk DRC Site buat nyimpen server2 sama backup2 storage gitu loh kayak data center kedua cuman belom bisa disebut data center baru disaster recovery center, background saya bukan teknik sipil tapi IT ada materi yang bagus mas..gitu aja deh&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1682</link>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 03:03:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1682</guid>
		<description>Mas Panca salam kenal yach...dan salam kenal buat semuanya...Mas,   ada nggak yach...buku BCM atau BCP edisi Indonesia ???? kalau ada dimana dan apa judulnya...???? soalnya sekarang masalah dimaksud lagi seru-serunya, semua kantor sedang membicarakannya .....selain itu ada tugas dari Bos ...disuruh buat kajian BCM....makasih yach Mas....ditunggu loch informasinya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Panca salam kenal yach&#8230;dan salam kenal buat semuanya&#8230;Mas,   ada nggak yach&#8230;buku BCM atau BCP edisi Indonesia ???? kalau ada dimana dan apa judulnya&#8230;???? soalnya sekarang masalah dimaksud lagi seru-serunya, semua kantor sedang membicarakannya &#8230;..selain itu ada tugas dari Bos &#8230;disuruh buat kajian BCM&#8230;.makasih yach Mas&#8230;.ditunggu loch informasinya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: widi</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1606</link>
		<dc:creator>widi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 03:36:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1606</guid>
		<description>oke  mas panca kalo boleh saya gunakan panggilan tersebut, saya widi seorang mahasiswa yang sedang berusaha menjadi seorang analis disaster recovery planning. setelah saya melihat diskusi mas dengan teman-teman mengenai DRP ini saya rasa juga tertarik dengan diskusi virtual ini, saya sendiri sedang berkutat dengan permasalahan mengenai penaganan suatu pusat informasi di lingkungan departemen keamanan di Indonesia yang memerlukan suatu penanganan khusus dalam keadaan bencana, kalau boleh dikatakan hal ini menjadi kompleks karena saya belum mengetahui langkah awal apa yang dilakukan seharusnya jika suatu pusat informasi yang menjadi ujung tombak mengirimkan informasi di suatu daerah  kepad wilayah pusat mengalami kondisi darurat ataupu dalam kondisi bencana. saya rasa mas panca dan saya bisa saling tukar pendapat mengenai hal tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oke  mas panca kalo boleh saya gunakan panggilan tersebut, saya widi seorang mahasiswa yang sedang berusaha menjadi seorang analis disaster recovery planning. setelah saya melihat diskusi mas dengan teman-teman mengenai DRP ini saya rasa juga tertarik dengan diskusi virtual ini, saya sendiri sedang berkutat dengan permasalahan mengenai penaganan suatu pusat informasi di lingkungan departemen keamanan di Indonesia yang memerlukan suatu penanganan khusus dalam keadaan bencana, kalau boleh dikatakan hal ini menjadi kompleks karena saya belum mengetahui langkah awal apa yang dilakukan seharusnya jika suatu pusat informasi yang menjadi ujung tombak mengirimkan informasi di suatu daerah  kepad wilayah pusat mengalami kondisi darurat ataupu dalam kondisi bencana. saya rasa mas panca dan saya bisa saling tukar pendapat mengenai hal tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: panca</title>
		<link>http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1301</link>
		<dc:creator>panca</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 09:57:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://panca.wordpress.com/2007/07/13/tahap-perencanaan-pembangunan-disaster-recovery-plan/#comment-1301</guid>
		<description>@Didik
Salam kembali untuk  Mas Didik S Mulyana, senang sekali blog saya disinggahi rekan dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogya. Terimakasih saya ucapkan karena berpartisipasi dan bersedia share kepada saya dan tentunya teman-teman lain yang kebetulan singgah ke blog ini. Mudah2an saja hasil diskusi ini menjadi bermanfaat dan  menjadi salah satu referensi tentang manajemen bencana. Amin.

Mas Didik bilang:
&lt;em&gt;“Mas Panca … dalam konteks wacana disaster manajemen, apa yang disebut DRP tersebut sebenarnya yang lebih tepat adalah menyusun rencana kontijensi (Contigency Planning) walau cuma mau dilihat dalam sisi sistem informasinya, jadi bisa dikatakan misalnya perusahaan/lembaga kita berada di daerah rawan banjir maka kita harus ketahui dulu karakter banjirnya.”.&lt;/em&gt;

Mas Didik ysh, Apa yang Mas Didik bilang tidak salah,FYI, Disaster Management Plans (DRP) memiliki beberapa sebutan, seperti Business Continuity Plans (BCP), Contigency Plans, Continuity Plans, Emergence Response Plans, Business Recovery Plans, atau Recovery Plans… yang pada keseluruhannya mendefinisikan manajemen bencana sebagai “prosedur yang disepakati untuk merespon suatu keadaan darurat yang diakibatkan karena bencana, menyediakan backup operasi selama gangguan (akibat bencana) terjadi,  mengelola pemulihan dan menyelamatkan proses sesudahnya”.  Adapun sasaran dari Plans ini adalah untuk menyediakan kemampuan dalam menerapkan kritikal proses dilokasi lain dan mengembalikannya ke lokasi dan kondisi semula dalam suatu batasan waktu guna memperkecil kerugian kepada organisasi.

Mas Didik  bilang:
&lt;em&gt;“ada beberapa hal yang mungkin perlu saya share ke kawan-kawan dalam konteks disaster…
Untuk definisinya disaster mungkin kawan-kawan bisa merujuk ke UU PB No. 24 tahun 2007. Secara sederhana disaster bisa dibahasakan demikian :
Bencana = Ancaman + Kerentanan “&lt;/em&gt;

Mas Didik ysh,   UU No. 24 2007 cukup baik untuk menjadi salah satu rujukan, tetapi UU ini masih banyak sekali kekurangannya tentang mendefinisikan apa itu disaster. UU No. 24 2007 mendefinisikan disaster secara sempit kepada hal-hal fisik seperti bencana banjir, gunung meletus, gempa , pengungsi, pendanaan, peta rawan bencana, UU ini  belum mencakup  dan mendefinisikan skup bencana, tata cara penanggulangan ,akibat yang terjadi dan usaha untuk meminimalisir kerugian akibat bencana. UU ini mendefinisikan / melihat bencana sebagai suatu penyebab kejadian (akibat alam) yang dampaknya sangat merusak dan menyebabkan kematian dan kerusakan besar2an  (fisik) . 
Dalam hal Manejemen Bencana, selain UU No.24 2007, ada baiknya membaca referensi-referensi  tentang “What is Disaster”. Seperti : Disaster Recovery &amp; Business Continuity (e-janco) , Disaster Recovery Plans ( Bell Atlantic Federal CommGuard), GSA Disaster and Recovery Business, Comdisco, ARC Disaster Recovery Services, ISO 17799 Contigency Audit,  Disaster Impact Analysis  (BinaryNine, Ltd),   Designing A Recovery Strategy (info-tech research group),   Information Technology Infrastructure Library (ITIL) by Cisco, HP, Microsoft dan banyak lagi.

Mas Didik  bilang:
 &lt;em&gt;“di infrastruktur (dalam konteks ini apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untukmenghadapi ancaman, misalnya harus menambah ketinggian lantai sehingga tidak terkena banjir, atau menempatkan data-data yang penting di bagian yang diperkirakan tidak akan terkena genangan air, dalam konteks gempa apakah peralatan/perlengkapan yang vital bagi perusahaan di ikat sehingga tidak terjatuh sewaktu gempa datang, atau peralatan tersebut bisa dipastikan aman dari reruntuhan seandainya gempa terjadi dll…….)”&lt;/em&gt;

Mas Didik, anda tidak salah, namun demikian untuk suatu perusahaan, menerapkan manajemen bencana dalam rangka usaha untuk menghadapi ancaman  lebih dari menambah ketinggian lantai ataupun mengikat alat supaya tidak terjatuh pada saat gempa terjadi ataupun mengusahakan agar sistem tidak lumpuh. Upaya dalam menghadapi ancaman  harus lebih dari itu. Penerapan Manajemen Bencana yang baik sudah mengatur sistem backup and recovery plan yang diinstall dibeberapa tempat/multisite yang antar satu lokasi dengan lokasinya sangat berjauhan (bisa berbeda pulau bahkan beda benua). 
Dalam satu kasus terjadi suatu bencana yang tanpa perkiraan sebelumnya terjadi banjir/gempa/aksi kriminal/api  yang mengakibatkan seluruh dokumen, data dan komputer rusak hingga mengakibatkan operasi perusahaan lumpuh.  Bagi  Perusahaan yang sudah menerapkan DRP dengan baik, maka sesungguhnya perusahaan tersebut telah terhindar dari ‘Bencana yang sebenarnya”.  Mengapa? Karena bagi perusahaan dokumen adalah asset yang paling penting.  Dengan menerapkan Manajemen Bencana perusahaan tsb bisa segera relokasi kantor dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengakses data dan dokumen  yang terletak pada lokasi remote site, dengan cara ini perusahaan bisa segera beroperasi kembali dan meminimalisir kerugian yang terjadi karena bencana.

Mas Didik  bilang:
&lt;em&gt;“Nah dari apa yang sedikit saya sampaikan ini, kita bisa mengatakan bahwa apa yang disebutkan bencana oleh Mas Panca kurang tepat karena seperti keamanan dari elektrik dll itu merupakan kerentanan saja. Demikian juga seperti Banjir, Badai, Petir dll ini hanya fenomena saja, nah baru dikatakan bencana apabila ada banjir yang melumpuhkan aktivitas perusahaan misalnya.”&lt;/em&gt;

Mas Didik yth, substansi dari konteks Manajemen Bencana adalah bukan apa yang menyebabkan terjadinya bencana dan juga bukan apa akibat dari bencana, Substansi Manajemen Bencana adalah suatu sistem yang dibangun untuk melakukan ()persiapan dan prosedur ketika bencana datang, ()suatu sistem yang dibangun untuk memperkecil/memperingan (mitigation)  kerugian akibat bencana, ()bagaimana merespon ketika terjadi bencana dan ()bagaimana manajemen/organisasi melakukan pemulihan pasca bencana.
(Dalam konteks perusahaan) Saya kurang setuju atas definisi Mas Didik yang menyatakan sesuatu baru dapat dikatakan bencana apabila melumpuhkan aktivitas perusahaan. Saya memiliki alasan kenapa tidak setuju dengan yang Mas Didik sampaikan.

Sebagai contoh sebuah kejadian (yang walaupun tidak melumpuhkan aktivitas perusahaan (secara keseluruhan)) , tetapi dapat dikategorikan sebagai sebuah bencana.
Jika kita masih ingat kejadian kebakaran yang terjadi di Kantor Pertamina Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2006. Berdasarkan hasil forensik yang dilakukan oleh Polisi dinyatakan bahwa terjadinya kebakaran diduga akibat sabotase. (Berdasarkan referensi tentang Manajemen Bencana yang telah saya sebutkan diatas, Sabotase atau Aksi Kriminal merupakan salah satu faktor penyebab bencana).
Kebakaran terjadi di Lantai 18 Ruang Niaga, Lantai 19 Ruang Bagian Perkapalan dan Lantai 20 Ruang Direktur Utama. Saya jelaskan sedikit bahwa di 3 lantai yang terbakar tersebut terdapat dokumen-dokumen sangat penting tentang laporan penjualan dan dokumen-dokumen milih direktur.   Anehnya kebakaran terjadi pada saat (waktu itu) Direktur Pertamina sedang tersandung masalah hukum.
Akibat dari kebakaran itu sistem komputer terganggu, Transaksi berjalan secara manual, dan dokumen-dokumen penting hangus terbakar. Padahal dokumen-dokumen ini sangat dibutuhkan oleh negara untuk proses peradilan.  Kebakaran kecil ini tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak membuat perusahaan lumpuh. Tetapi dibalik bencana kecil ini ada kerugian yang sangat besar. Apakah kebakaran “kecil”  ini   tidak dapat kita sebut sebagai bencana ?
Tentu saja kebakaran ini adalah bencana, kita dapat melihat dari beberapa angle (ekonomi, sosial, politik) bahwa kejadian ini merupakan sebuah bencana. 
Jika saya pertamina sudah menerapkan DRP yang diimplementasikan dalam bentuk Disaster Recovery Center (DRC) maka dokumen-dokumen yang rusak karena kebakaran dapat segera didapatkan kembali

Mas Didik bilang :
&lt;em&gt;“Ok segini dulu share wacana mengenai disaster manajemen dari saya, kapan-kapan disambung lagi ya bagaimana membuat SOP di perusahaan untuk disaster preparedness termasuk proses-proses pengkajian yang harus dilakukan sebelum membuat SOP”&lt;/em&gt;

Ok Mas Didik, saya tunggu ya diskusi lanjutannya. Saya tunggu Mas untuk pastisipasinya dalam membuat SOP. 
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Didik<br />
Salam kembali untuk  Mas Didik S Mulyana, senang sekali blog saya disinggahi rekan dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogya. Terimakasih saya ucapkan karena berpartisipasi dan bersedia share kepada saya dan tentunya teman-teman lain yang kebetulan singgah ke blog ini. Mudah2an saja hasil diskusi ini menjadi bermanfaat dan  menjadi salah satu referensi tentang manajemen bencana. Amin.</p>
<p>Mas Didik bilang:<br />
<em>“Mas Panca … dalam konteks wacana disaster manajemen, apa yang disebut DRP tersebut sebenarnya yang lebih tepat adalah menyusun rencana kontijensi (Contigency Planning) walau cuma mau dilihat dalam sisi sistem informasinya, jadi bisa dikatakan misalnya perusahaan/lembaga kita berada di daerah rawan banjir maka kita harus ketahui dulu karakter banjirnya.”.</em></p>
<p>Mas Didik ysh, Apa yang Mas Didik bilang tidak salah,FYI, Disaster Management Plans (DRP) memiliki beberapa sebutan, seperti Business Continuity Plans (BCP), Contigency Plans, Continuity Plans, Emergence Response Plans, Business Recovery Plans, atau Recovery Plans… yang pada keseluruhannya mendefinisikan manajemen bencana sebagai “prosedur yang disepakati untuk merespon suatu keadaan darurat yang diakibatkan karena bencana, menyediakan backup operasi selama gangguan (akibat bencana) terjadi,  mengelola pemulihan dan menyelamatkan proses sesudahnya”.  Adapun sasaran dari Plans ini adalah untuk menyediakan kemampuan dalam menerapkan kritikal proses dilokasi lain dan mengembalikannya ke lokasi dan kondisi semula dalam suatu batasan waktu guna memperkecil kerugian kepada organisasi.</p>
<p>Mas Didik  bilang:<br />
<em>“ada beberapa hal yang mungkin perlu saya share ke kawan-kawan dalam konteks disaster…<br />
Untuk definisinya disaster mungkin kawan-kawan bisa merujuk ke UU PB No. 24 tahun 2007. Secara sederhana disaster bisa dibahasakan demikian :<br />
Bencana = Ancaman + Kerentanan “</em></p>
<p>Mas Didik ysh,   UU No. 24 2007 cukup baik untuk menjadi salah satu rujukan, tetapi UU ini masih banyak sekali kekurangannya tentang mendefinisikan apa itu disaster. UU No. 24 2007 mendefinisikan disaster secara sempit kepada hal-hal fisik seperti bencana banjir, gunung meletus, gempa , pengungsi, pendanaan, peta rawan bencana, UU ini  belum mencakup  dan mendefinisikan skup bencana, tata cara penanggulangan ,akibat yang terjadi dan usaha untuk meminimalisir kerugian akibat bencana. UU ini mendefinisikan / melihat bencana sebagai suatu penyebab kejadian (akibat alam) yang dampaknya sangat merusak dan menyebabkan kematian dan kerusakan besar2an  (fisik) .<br />
Dalam hal Manejemen Bencana, selain UU No.24 2007, ada baiknya membaca referensi-referensi  tentang “What is Disaster”. Seperti : Disaster Recovery &amp; Business Continuity (e-janco) , Disaster Recovery Plans ( Bell Atlantic Federal CommGuard), GSA Disaster and Recovery Business, Comdisco, ARC Disaster Recovery Services, ISO 17799 Contigency Audit,  Disaster Impact Analysis  (BinaryNine, Ltd),   Designing A Recovery Strategy (info-tech research group),   Information Technology Infrastructure Library (ITIL) by Cisco, HP, Microsoft dan banyak lagi.</p>
<p>Mas Didik  bilang:<br />
 <em>“di infrastruktur (dalam konteks ini apa yang harus dilakukan oleh perusahaan untukmenghadapi ancaman, misalnya harus menambah ketinggian lantai sehingga tidak terkena banjir, atau menempatkan data-data yang penting di bagian yang diperkirakan tidak akan terkena genangan air, dalam konteks gempa apakah peralatan/perlengkapan yang vital bagi perusahaan di ikat sehingga tidak terjatuh sewaktu gempa datang, atau peralatan tersebut bisa dipastikan aman dari reruntuhan seandainya gempa terjadi dll…….)”</em></p>
<p>Mas Didik, anda tidak salah, namun demikian untuk suatu perusahaan, menerapkan manajemen bencana dalam rangka usaha untuk menghadapi ancaman  lebih dari menambah ketinggian lantai ataupun mengikat alat supaya tidak terjatuh pada saat gempa terjadi ataupun mengusahakan agar sistem tidak lumpuh. Upaya dalam menghadapi ancaman  harus lebih dari itu. Penerapan Manajemen Bencana yang baik sudah mengatur sistem backup and recovery plan yang diinstall dibeberapa tempat/multisite yang antar satu lokasi dengan lokasinya sangat berjauhan (bisa berbeda pulau bahkan beda benua).<br />
Dalam satu kasus terjadi suatu bencana yang tanpa perkiraan sebelumnya terjadi banjir/gempa/aksi kriminal/api  yang mengakibatkan seluruh dokumen, data dan komputer rusak hingga mengakibatkan operasi perusahaan lumpuh.  Bagi  Perusahaan yang sudah menerapkan DRP dengan baik, maka sesungguhnya perusahaan tersebut telah terhindar dari ‘Bencana yang sebenarnya”.  Mengapa? Karena bagi perusahaan dokumen adalah asset yang paling penting.  Dengan menerapkan Manajemen Bencana perusahaan tsb bisa segera relokasi kantor dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengakses data dan dokumen  yang terletak pada lokasi remote site, dengan cara ini perusahaan bisa segera beroperasi kembali dan meminimalisir kerugian yang terjadi karena bencana.</p>
<p>Mas Didik  bilang:<br />
<em>“Nah dari apa yang sedikit saya sampaikan ini, kita bisa mengatakan bahwa apa yang disebutkan bencana oleh Mas Panca kurang tepat karena seperti keamanan dari elektrik dll itu merupakan kerentanan saja. Demikian juga seperti Banjir, Badai, Petir dll ini hanya fenomena saja, nah baru dikatakan bencana apabila ada banjir yang melumpuhkan aktivitas perusahaan misalnya.”</em></p>
<p>Mas Didik yth, substansi dari konteks Manajemen Bencana adalah bukan apa yang menyebabkan terjadinya bencana dan juga bukan apa akibat dari bencana, Substansi Manajemen Bencana adalah suatu sistem yang dibangun untuk melakukan ()persiapan dan prosedur ketika bencana datang, ()suatu sistem yang dibangun untuk memperkecil/memperingan (mitigation)  kerugian akibat bencana, ()bagaimana merespon ketika terjadi bencana dan ()bagaimana manajemen/organisasi melakukan pemulihan pasca bencana.<br />
(Dalam konteks perusahaan) Saya kurang setuju atas definisi Mas Didik yang menyatakan sesuatu baru dapat dikatakan bencana apabila melumpuhkan aktivitas perusahaan. Saya memiliki alasan kenapa tidak setuju dengan yang Mas Didik sampaikan.</p>
<p>Sebagai contoh sebuah kejadian (yang walaupun tidak melumpuhkan aktivitas perusahaan (secara keseluruhan)) , tetapi dapat dikategorikan sebagai sebuah bencana.<br />
Jika kita masih ingat kejadian kebakaran yang terjadi di Kantor Pertamina Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2006. Berdasarkan hasil forensik yang dilakukan oleh Polisi dinyatakan bahwa terjadinya kebakaran diduga akibat sabotase. (Berdasarkan referensi tentang Manajemen Bencana yang telah saya sebutkan diatas, Sabotase atau Aksi Kriminal merupakan salah satu faktor penyebab bencana).<br />
Kebakaran terjadi di Lantai 18 Ruang Niaga, Lantai 19 Ruang Bagian Perkapalan dan Lantai 20 Ruang Direktur Utama. Saya jelaskan sedikit bahwa di 3 lantai yang terbakar tersebut terdapat dokumen-dokumen sangat penting tentang laporan penjualan dan dokumen-dokumen milih direktur.   Anehnya kebakaran terjadi pada saat (waktu itu) Direktur Pertamina sedang tersandung masalah hukum.<br />
Akibat dari kebakaran itu sistem komputer terganggu, Transaksi berjalan secara manual, dan dokumen-dokumen penting hangus terbakar. Padahal dokumen-dokumen ini sangat dibutuhkan oleh negara untuk proses peradilan.  Kebakaran kecil ini tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak membuat perusahaan lumpuh. Tetapi dibalik bencana kecil ini ada kerugian yang sangat besar. Apakah kebakaran “kecil”  ini   tidak dapat kita sebut sebagai bencana ?<br />
Tentu saja kebakaran ini adalah bencana, kita dapat melihat dari beberapa angle (ekonomi, sosial, politik) bahwa kejadian ini merupakan sebuah bencana.<br />
Jika saya pertamina sudah menerapkan DRP yang diimplementasikan dalam bentuk Disaster Recovery Center (DRC) maka dokumen-dokumen yang rusak karena kebakaran dapat segera didapatkan kembali</p>
<p>Mas Didik bilang :<br />
<em>“Ok segini dulu share wacana mengenai disaster manajemen dari saya, kapan-kapan disambung lagi ya bagaimana membuat SOP di perusahaan untuk disaster preparedness termasuk proses-proses pengkajian yang harus dilakukan sebelum membuat SOP”</em></p>
<p>Ok Mas Didik, saya tunggu ya diskusi lanjutannya. Saya tunggu Mas untuk pastisipasinya dalam membuat SOP.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
