cinta ibu


Leave a comment

Mampu kah bangsa ini menghadapi krisis Pangan ?

Ibu pertiwi tengah bersedih, disaat bangsa tengah berupaya mencari solusi menghadapi krisis Pangan yang diprediksi akan terjadi, alam malah memberi tanda jawaban melalui fenomena alam.

Pembaca, Gunung api bergolak. Banjir. Macet. Longsor. Infrastruktur jalan terputus. Transportasi terganggu. Distribusi BBM terhenti , BBM kosong. Pasokan 9 bahan pokok menjadi tidak tersedia?

Untuk Pembaca yang mau berfikir , Kejadian – Kejadian diatas adalah tanda. yang jika ditranslasi ke bahasa Arab menjadi Ayat.
Ayat atau tanda adalah ilmu. Bagi yang mau berfikir mestinya kudu sudah bisa membaca / Iqra krisis Pangan akan terjadi di depan mata.

Bagaimana jika sang kaisar tidak mampu menghindari krisis Pangan yang akan terjadi ?

Apalah artinya banyak uang ditangan jika barang yang dibutuhkan tidak tersedia ??

Chaos !?

Pembaca, Sesungguhnya Kejadian yang akan terjadi sudah ditetapkan dan merupakan kehendakNya.
Dan mesti di Ketahuilah bahwa Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi, Pembaca, fenomena hari ini adalah siklus yang pernah terjadi di jaman nabi Yusuf.

# Pembaca ingat kisah mimpi 7 Sapi gemuk dimakan 7 Sapi kurus ?

Apakah rakyat bangsa ini akan siap menghadapi krisis yang akan terjadi ?

Apa yang terjadi jika tidak siap ?

Mari cerdasi agar bisa selamat


4 Comments

Suami yang melupakan istri

Pembaca,
Hari ini saya dapet mood nulis fenomena carut marut yang sedang melanda negeri.
Kecarut marutan yang tengah terjadi adalah buah atau merupakan hasil dari pohon yang buruk.

Gini …. kalo kita bicara carut-marut, nanti ujung-ujungnya pasti bicara tentang perilaku para pemimpin negeri ?

Yuk kita baca definisi pemimpin.
Pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan dan mampu mempengaruhi banyak orang lalu memimpin orang orang itu melakukan sesuatu demi mencapai tujuannya.
Pemimpin hebat pasti pernah melewati berbagai ujian.
Baik itu Ujian ringan dan berat pasti pernah dia lewati.
Baik itu ujian besar dan kecil pasti pernah dia lewati
Baik itu ujian susah atau mudah telah dia dilewati dan membentuk kapasitas kepemimpinan kepada si pribadi yang bersangkutan.

Sekarang kita bicara hukum kesepasangan:
Pemimpin punya pasangan, yaitu orang orang yang dipimpin, yang disebut rakyat.
Pemimpin sebagai lelaki dan rakyat sebagai perempuan.
Lelaki sebagai suami dan perempuan sebagai istri.

Jadi Itulah dia hukum kesepasangan:
pemimpin dengan rakyat;
lelaki dengan perempuan;
suami dengan istri.

kesepasangan mereka merupakan fitrah penciptaan.

Pembaca, mari kita ingat-ingat,
bukankah pemimpin pernah berjanji kepada rakyat (istrinya) sebagaimana layaknya sebuah tanggung jawab dalam ijab kabul ?

Betulkan ?

maka ketika sudah ada dusta diantara hubungan mereka tentu saja akan menimbulkan keadaan tidak harmonis; menyebabkan kekacauan dan timbul kerusakan.
Asal tau saja, kerusakan yang terjadi tidak hanya pada alamnya saja tetapi juga berakibat kerusakan pada manusianya.

Pembaca,
Kali ini saya menceritakan sebuah kisah yang pernah terjadi di masa lalu.
dimana ada sebuah kisah pada sebuah peradaban dimana para pemimpin-pemimpinnya lupa dan tidak perduli lagi pada rakyatnya.

kita pahami lebih dalam, para pemimpin ini keliatannya bersatu tetapi sebenernya fikiran mereka berbeda visi misi.

lalu para pemimpin membuat club sendiri sendiri.
Pemimpin cuma mau kongkow dengan pemimpin saja dan makin jarang kongkow dengan rakyat bahkan parahnya lagi mereka sudah tidak mengenal kebutuhan rakyatnya sendiri.

Mereka si para lelaki lupa memenuhi hak istri, bahkan lupa kewajiban dan tugas lelaki sebagai pemimpin, pelindungi, pemberi nafkah, dst .
bahkan ratapan istri sebagai rakyat sudah tidak didengar lagi.

Oleh Tuhan, perilaku pemimpin seperti itu dikisahkan sebagai kaum Sodom.
Wajar dibilang sodomi, habisnya lelaki cuma mau main antar lelaki sih

tapi Tuhan tidak zolim kok.
Dia lalu mengutus wakil Tuhan dimuka bumi bernama Luth untuk datang menyampaikan peringatan agar para lelaki kembali kepada kepada para istri untuk membangun kembali situasi dan kondisi yang harmonik dengan pola kepemimpinan dan ketaatan dibawah naungan wahyu Tuhan yang maha penyayang.

Ya … Tuhan memang tidak zolim,
ingat, sebelum Tuhan murka, Dia sudah kasih peringatan tapi sayangnya mereka malah memperbodoh diri. akibatnya penduduk negeri itu dihancurkan.

Pembaca, Jadi melalui kisah diatas kita dapat petik pelajaran hikmah yakni Tuhan meninggalkan kisah Sodom sebagai suatu tanda-tanda nyata bagi orang orang yang berakal, yang mana dengan pengetahuan yang didapat mestinya menjadi paham dan bisa menghindari diri dari kehancuran. Ya tapi kejadian itu memang sesuai juga hukum pergantian, habis gelap terbitlah terang.

Dan hari ini ….
….. tidakkah kamu melihat kisah kaum Sodom telah nyata dan sedang tergenapi di negeri ini ?

Nah lo ! ?

_/\_
PANCA


7 Comments

Bukan tidak bagus tapi tidak pas

Ajaran-ajaran itu, yang datangnya dari negeri asing, bukan tidak bagus untuk diterapkan disini  tapi tidak pas. Bisa jadi ajaran-ajaran itu cocok diterapkan di negeri asalnya, tapi jelas disini (Nusantara) tidak pas.

Ajaran itu, bukan hanya tidak pas tapi juga merusak. tapi ya biarlah, toh sesuai putarannya, ajaran itu sudah mau habis waktu digantikan ajaran asli negeri sini, yaitu ajaran budi pekerti :) Salam Damai


Leave a comment

Yuk Belajar Membaca

X: Amin, bisa tolong installkan laptop saya dengan Linux ?
Amin. “Linux ? Wah maaf saya buta”

—-

X: aSep, kamu tau jalanan di daerah Bandar Lampung”
Asep: “Nggak euy … Saya buta kalo daerah Situ …”.

Khusus untuk Pengartian Kata buta, menjadi polemik yang berkepanjangan.

Sebagian orang menerjemahkan secara letterlek. Buta menjadi diartikan dalam pengertian tidak normalnya fungi mata yang mengakibatkan mata menjadi tidak bisa melihat.

Padahal tidak harus begitu, bukan ?

Lalu bagaimana dengan Baca ?

“Persib mampu mengalahkan lawan karena pelatihnya mampu memBACAPertahanan lawan”

“Menjelang pilpres tahun depan, para politisi saling memBACA situasi dan kekuatan lawan-lawan politik”

Tak selamanya arti membaca = merangkai huruf menjadi kata atau membunyikan kata dan kalimat.

“Saya kerap mengajarkan anak memBACA butir-butir Pancasila agar memiliki kehidupan yang beradab”

Ya, kalimat baca diatas tentang mengajarkan anak merangkai huruf dan kata.

“Saya kerap mengajarkan anak saya membaca ayat-ayat Alam dan membaca kebesaran Tuan Semesta Alam”

Kalimat Membaca diatas bukan berarti Membaca tulisan yang berterbangan di alam Semesta, bukan ?

“Grandmaster Catur Utut Adianto memenangkan pertandingan Catur karena jago memBACA langkah lawan”

Saudaraku, dalam Hal apapun, jika salah menterjemahkan sesuatu pasti akan ada dampaknya.

Apalagi jika salah menerjemahkan perkataan Tuhan, dampaknya akan sangat besar, dan akan melenceng jauh dari esensi dan nilai kebenaran .

Dalam konteks baca, Iqra merupakan perkataan Tuhan yang banyak diperseliaihkan.
jika iqra diterjemahkan secara letterlek sebagai aktivitas merangkai kata atau membunyikan tulisan, maka dampaknya akan melenceng luar biasa.

Gara-gara cerita Iqra, hari ini masih banyak yang menganggap Muhammad buta huruf.

Saya tidak bercanda. Baru saja saya mendengar orang bilang Muhammad buta huruf.

Pengartian Muhammad buta huruf diperkuat dengan adanya kata ummy dalam alquran, yang menurut kebanyakan orang berarti buta huruf. Padahal arti ummy adalah sebutan bagi orang yang diluar bangsa Israil,dijaman Musa, yang dianggap tidak mengerti bedah kitab.

Konyol nya, banyak yang mengidolakan kisah Muhammad sebagai orang yang tidak bisa membaca,
diceritakan Muhammad baru bisa baca setelah diajarkan oleh Jibril.

Apakah saya terlalu ekstrim kalo bilang pengartian ini merupakan aksi pembodohan terencana ?

Yuk kita baca kehidupan Muhammad.
(Mari belajar sejarah)
– Muhammad kecilnya bernama Ahmad bin Abdillah
Pada usia kecil dia ditinggal wafat oleh bapaknya. Catat: Dampak menjadi yatim membentuk Ahmad menjadi seorang yang mandiri.

- Ahmad kecil diadopsi oleh pamannya, Abu Tholib, seorang tokoh politik, bapak dari Ali, seorang tokoh juga dari kalangan pemuda. Catat: Dampak diadopsi oleh Abu Tholib membentuk Ahmad menjadi seorang pemimpin yang paham dunia politik.

- Ahmad bekerja dan menikah dengan Siti Khadijah, seorang pedagang. Ditangan mereka, bisnisnya berkembang. Catat: Sebagai seorang pedagang, Ahmad pandai dalam hal manajerial dan dunia bisnis.

Lalu pada suatu masa, Ahmad menjadi seorang figur yang digadang-gadang untuk menjadi pemimpin partai Darun Nadwa. Tapi beliau menolak.

Di usia 35, Ahmad bertahanut selama 5 tahun, dan diusia 40 tahun beliau mendeklarasikan dirinya dari Ahmad bin Abdillah menjadi Muhammad Rasul Allah.

Dari riwayat hidup beliau, demi apa menceritakan kepada generasi bangsa Indonesia bahwa Muhammad adalah seorang yang buta huruf ?

Demi apa lagi kalau bukan demi meracuni anak bangsa dan menjauhkannya dari nilai2 kebenaran!

_/\_ PANCA


Leave a comment

iPhone 5 Personal Hotspot Dissapeared – Solved

I was upgraded my MacBook Pro’s operation system from Lion X to Mountain Lion. Then i synced my iPhone 5 to the MacBook Pro using iTunes. But after that, a Personal Hotspot feature on the iPhone has dissapeared. For you guys, who get the same problem, do not a panic. Here the solution:

Normally, the Personal Hotspot feature apprear in General Page, but see, the feature has dissapered.

Image

Here below is step by step how to solve the problem.
Open Cellular
Image

Open Personal Hotspot

Image

Back to General, see Personal Hotspot has appear.

Image

Done.

_/\_ PANCA


5 Comments

Karakter Tuhan Untuk Kebangkitan Bangsa

Jika sedikit menelaah tentang penciptaan alam semesta, akan kita temukan bahwa seluruh benda memiliki tabiat, ciri, gaya, atau lebih mengena jika diistilahkan karakter.Setiap benda memiliki Karakter. Dengan karakter inilah maka tercipta interaksi antar benda.

Kemampuan burung memanfaatkan aerodinamika untuk terbang ke tempat yang dituju, merupakan karakter burung tersebut. Berputarnya planet mengelilingi matahari, adalah karakter planet yang menjadi “anak” dari Matahari. Begitupula manusia mencintai lawan jenis, adalah karakter seorang manusia normal yang mencurahkan hasrat biologis dan kejiwaannya kepada orang yang dipilihnya. Karakter jenis ini adalah sesuatu yang dibawa semenjak adanya benda yang dimaksud.

Tidak pernah ada burung yang membuka les untuk terbang. Tak ada planet mengikuti sekolah berevolusi mengelilingi Matahari. Begitupula pada manusia, tidak memerlukan universitas untuk mencintai lawan jenis. Tetapi karakter itu telah ada terbawa semenjak lahir dan bekerja pada saatnya. Karakter itulah yang disebut dalam istilah psychology sebagai “Instinctive Behaviour”, atau perilaku yg berdasarkan instink. Instink dilengkapi oleh Tuhan sebagai sang Maha Pencipta pada benda yang diciptakannya.

Karakter disebut juga sebagai akhlak. Oleh karena itu Tuhan banyak disebut dalam bahasa arab sebagai Al-Khalik, maha pemilik akhlak. Tuhan berkehendak agar seluruh benda menurunkan akhlaknya. maka benda-benda yang diciptakannya disebut Makhluk. sehingga seluruh makhluk dapat menjadi kepanjangan tangan Tuhan, menjadi refleksi dari karakter Tuhan.

Dengan menurunkan karakter Tuhan, maka kehidupan di alam ini akan berjalan harmonis, tidak akan saling menghancurkan, karena akhlak Tuhan adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukti dari karakter ini dapat dilihat dari hubungan harmonis antara makhluk. Tak ada satu makhluk pun yang berusaha memunahkan makhluk lainnya. Tak ada satu makhluk yang gembira melihat adanya makhluk lain yang tertindas. Dan tak ada mahkhluk yang ingin mencurangi makhluk lainnya. Jika ada, berarti makhkuk itu bukan sedang menjalankan karakter Tuhan, tetapi karakter birahi ego yang merajai dirinya.

Bangsa kita adalah bangsa yang rindu akan karakter Tuhan dalan keseharian. Bangsa yang mengharapkan hadirnya dominasi Tuhan sebagai satu-satunya kekuatan yang dapat merekonsiliasi segala persilangan yang meresahkan.

Bangsa kita memiliki sila yang pertama dalam Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. sebuah sila yang menjadi dasar berdirinya negara ini. Dan didunia, hanya ada 2 bangsa yang menyandarkan Ketuhanan sebagai dasar negaranya, yaitu Indonesia dan Israel.

Para pendiri bangsa telah menyadari bahwa Ketuhanan adalah karakter yang dapat mengangkat bangsa ini menuju kejayaan dunia. Bahkan Soekarno berseru bahwa bangsa inj akan menjadi Mercusuar Dunia. Artinya sebagai bangsa yang menjadi pemandu bangs-bangsa lain di dunia ini kepada perdamaian. Mereka menyadari bahwa cita-cita besar itu dapat dicapai jika bangsa ini menjadikan karakter Tuhan sebagai satu-satunya jembatan menujunya.

Pandangan para pendiri bangsa dahulu sangat tepat dalam memprediksikan masa kini. Kondisi hari ini manusia sudah mulai meninggalkan karakter Tuhan. Mulai mencoba mencurangi orang lain, mencuri hak rakyat dengan korupsi, menipu bangsa untuk bisa mendapatkan posisi yang diinginkan, bahkan mengatas namakan Tuhan bagi keserakahan amoral yang dilakukannya.

Hingga cita cita para pendiri bangsa untuk menjadikan bangsa mercusuar dunia yang telah bersusah payah menghantarkan bangsa ini kepada pintu gerbang kemerdekaan harus terkendala disebabkan perbuatan bangsa yang sudah mulai meninggalkan karakter Tuhan. Ketimpangan merajalela di antara strata anak bangsa, terciptanya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin yang semakin hari semakin dalam, dieksploitasinya sumber daya alam oleh para pemodal asing sementara bangsa ini hanya mendapatkan remah remah roti saja, harga nilai bangsa yang sudah tidak dipandang lagi sebagai negara yang dihormati oleh bangsa lain, adalah fenomena yang sering kita saksikan dalam fenomena keseharian.

padahal bangsa ini ada memiliki selaksa kekayaan alam dan sumber daya manusia yang begitu hebat yang belum pernah ada, belum pernah dimiliki oleh bangsa lain.

Mengapa fenomena yang tidak diinginkan ini dapat terjadi pada bangsa yang kaya ini? Seolah bangsa ini miskin tidak punya apa apa, sebagai pelakon bangsa yang dikutuk Tuhan bukan bangsa yang diberkati. Bukankah manusia adalah kepanjangan tangan Tuhan? Bukankah akhlak Tuhan telah diturunkan dan harus dijalankan oleh manusia? Jika akhlak Tuhan tidak lagi dipakai oleh manusia maka Tuhan pasti akan murka terhadap manusia dengan didatangkannya berbagai macam kesulitan, kekurangan, kemiskinan, yang jika tidak disadari kelalaian ini dan berlaku terus, maka manusia pasti akan menuju kepada kebinasaan.

Akhlak tuhan sesungguhnya adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh manusia. karena disinilah letak hubungan antara manusia dengan Tuhan. Bahwa manusia tidak bisa atau tidak layak melakukan akhlak selain akhlak Tuhan. Bahwa manusia adalah titisan dari karakter Tuhan. Dan karakter Tuhan yang menjadi hulu dari segalanya adalah karakter kasih dan sayang. dengan kata lain bangsa ini mengalami kemiskinan kasih sayang.

Mengapa kita harus berpangku tangan tatkala melihat orang lain membutuhkan pertolongan? Mengapa kita harus bersembunyi tatkala orang lain kemalangan?Mengapa kita harus bersenang-senang di atas penderitaan bangsa yang sedang mengalami kesusahan? Tidakkah tergerak hati kita bahwa keluasan yang kita miliki sesungguhnya adalah milik mereka juga. Mengapa kita masih mengharapkan sesuatu dari perbuatan baik yang kita lakukan? Apakah pamrih terhadap manusia apapun pamrih kepada Tuhan? Kemana instink yang telah diberikan Tuhan semenjak kita lahir?

Bukankah matahari bersinar tidak pernah meminta balasan? Bukankah udara yang kita hirup dapat kita nikmati secara cuma-cuma? Bukankah kelahiran diri kita adalah bantuan dari kemandirin alam juga? Itulah karakter Tuhan. Karakter yang selalu memberi tanpa mengharap kembali. Karakter yang sesungguhnya telah ditunaskan pada diri setiap anak manusia. Namun betapa beraninya manusia menumpas tunas itu, dan digantikan oleh tunas “ilalang” yang akan membelit diri manusia itu sendiri.

Jika karakter Tuhan menjadi nafas bangsa, maka kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang kekurangan, tidak akan pernah mengemis minta tolong kepada bangsa lain. Bangsa ini akan menjadi bangsa mandiri, mampu membiayai segala keperluan dan melindungi warganya, karena Tuhan yang akan mengayomi setiap sendi kehidupan bangsa ini. Dengan kata lain, Tuhanlah yang akan menjadi pelindung bangsa ini dengan menjadi alat nya. Maka menjadi sebuah kewajiban baginya untuk mengayomi bangsa ini.

Kita bisa menjadi polisi dunia yang akan mentertibkan segala kesemrawutan politik sosial dan budaya dunia. Kita akan menjadi kubu dihormati, teknologi nya semakin maju dan dicintai oleh seluruh manusia yang ada di dunia. Bangsa bangsa lain di dunia akan rindu akan kehadiran kita, sebab keadilan yang terkandung dalam karakter Tuhan ditemukan pada bangsa kita oleh bangsa bangsa lain yang “belum mengenal Tuhan”. Ini harus terjadi pada bangsa kita, karena bangsa ini adalah bangsa yang ber-Tuhan.

Ini bukanlah khayalan, bukan isapan jempol. Karena sejarah membuktikan bahwa telah ada pada komunitas terdahulu -yang telah melaksanakan karakter Tuhan- bisa bangkit dari perbudakan dan penjajahan ideologi, menjadi bangsa pilihan Tuhan, Bangsa yang dicintai oleh dunia. Marilah kita bumikan kembali karakter Tuhan dengan berkasih sayang kepada sesama manusia dan makhluk lain tanpa melihat dari agama mana, suku atau golongan apa, agar kita bisa menjadi komponen sinergis dalam tatanan alam semesta ini. Sehingga kehidupan sosial di bumi dapat mencapai muara yang Damai dan Sejahtera.(**)

Depok,8 Juli 2013

Penulis : Berny Satria, SE

Sekjen Gerakan Fajar Nusantara

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers